Hendy masih berdiri di depan pintu dengan cemas. Belum ada dokter yang keluar dari ruang operasi. Ini pertama kalinya, Hendy merasa takut. Dia takut ditinggalkan lagi. "Bagaimana, Hen?", mama Lidya datang menghampiri Hendy. "Tante," "Bagaimana keadaan Maya?" "Masih di dalam, tante. Masih ditangani oleh dokter." "Berdoa, Hen. Dia akan baik- baik saja." "Iyah tan, saya hanya takut dia kehabisan darah." "Kita berdoa saja semua baik- baik saja." "Semoga tan, saya tidak mau kehilangan kembali." "Kita verdoa saja, semua kita serahkan kepada yang di Atas.", ucap mama Lidya. Tiba- tiba pintu ruang operasi dibuka dan dokter suster keluar dari ruangan itu. Hendy dan mama Lidya langsung menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan Maya. "Bagaimana keadaan anak saya dok?" "Operasi berjalan

