Byuuurrrrrr
Setelah lebih dari setengah jam Dou Jin terjatuh dari tebing, akhirnya tubuhnya telah sampai pada dasar tebing yang berupa anak sungai.
Dou Jin sempat mengira ini adalah akhir dari hidupnya, bagaimana pun juga ia tahu, tebing yang terlihat tidak memilki dasar ini adalah jurang tanpa dasar yang legendaris, sebuah jurang yang dengan mudahnya membunuh pendekar tingkat tinggi dengan mudah.
Namun karena ada sesuatu hal yang misterius membuat Dou Jin bisa selamat dan dapat mendarat di sungai dengan aman.
Dou Jin tidak ambil pusing atas alasan mengapa ia bisa selamat, mengingat banyak rumor mengatakan tidak ada seorang pun pendekar tingkat tinggi yang akan selamat bila, terjatuh ke dalam jurang.
Ia lebih memilih untuk mencari solusi bagaimana caranya agar ia bisa hidup dan mewujudkan pesan terakhir orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Dou Jin yang mendapatkan banyak luka dipunggungnya kesulitan untuk berenang di sungai, perlahan ia menggerkan kaki dan tangannya untuk meraih sebuah kayu tua yang mengapung tidak jauh dari tempatnya.
Meskipun jurang tanpa dasar gelap, tetapi ada seberkas cahaya yang menerangi sungai, sehingga Dou Jin mampu melihat kayu yang mengapung.
Dengan memaksakan seluruh kekuatan yang tersisa, Dou Jin akhirnya dapat meraih sebuah kayu besar yang mengapung, kayu tersebut akan ia gunakan sebagai pelampung.
Berutung Dou Jin memiliki tubuh fisik yang tidak biasa, jika sahaja tubuhnya tidak ditempa dengan berbagai sumber daya kelas tinggi, tentu luka separah yang ia alami sekarang sudah cukup untuk menghilangkan kesadarannya.
Roooaaarrrrrr
Sebuah raungan mahluk siluman terdengar memekikan telinga. Suara yang memiliki intens tenaga Chi yang begitu besar itu membuat seluruh bulu kuduk Dou Jin langsung merinding.
Tidak mau berlama-lama di tempat itu, Dou Jin segera menghanyutan tubuhnya bersama batang kayu yang ia rangkul, perasaannya mengatakan tidak jauh ditempanya berada ada sosok Siluman yang berusia ribuan tahun.
Wussssshhh
Siapa yang mengira air sungai yang terlihat tenang itu tiba-tiba memunculkan sebuah ombak yang begitu besar, merasakan ada ombak yang akan menghantam tubuhnya, Dou Jin merapatkan giginya dan mempererat pegangan tangan yang mencengkram kayu.
Byurrrrrrr
Bammmm
Ombak yang begitu besar itu membuat tubuh Dou Jin terhanyut dalam aliran air sungai. Aliran arus sungai yang deras menambrakkan tubuh Dou Jin menghantam sebuah batu besar dan langsung menghilangkan kesadarnnya.
******
Pasukan yang turun dari tebing untuk mencari Putra Mahkota, langsung mendapatkan tekanan tenaga Chi yang begitu besar, dalam terbangnya pasukan itu seperti merasakan sebuah energi Chi yang begitu murni dan sangat kuat.
Chi itu menahannya dan membuatnya kesulitan untuk terbang menuju dasar tebing mau pun kembali ke atas tebing.
Merasa memiliki firasat buruk karena merasakan tekanan Chi yang begitu besar, Pendekar tersebut mengeluarkan seluruh aura petarungnya untuk melarikan diri.
Roaaarrrr
Suara raungan dengan intens Chi yang begitu kuat tiba-tiba menggetarkan area disekelilingnya, hal itu semakin membuat pendekar tersebut tidak bisa bergerak, tubuhnya mematung dan seluruh anggota badanya tidak bisa digerakkan.
" Matilah aku. Siluman itu sepertinya berniat memakanku. " ucap pendekar itu berkeringat dingin merasakan ada sebuah aura siluman yang menguncinya.
Siluman Naga Emas terlihat jelas mengarahkan nafsu membunuhnya kepada pendekar tersebut, siapa pun orang tahu, jika mahluk siluman telah menargetkan mangsanya maka ia akan menguci pergerakan lawannya.
Pendekar itu benasib buruk, sebab ia memiliki akar roh dan aura pertarung membuat keberadaannya dapat tercium oleh Siluman legendaris Naga Emas.
Jika sahaja ia seperti Dou Jin yang tidak memiliki aura bertarung maupun akar roh mungkin ia akan selamat karena keberadaanya tidak diketahui oleh Siluman Naga.
Roaaaarrr
Sosok naga besar dengan warna emas yang menyala begitu terang mengejutkannya, “ Siluman Naga Emas!! Bagaimana mungkin mahluk itu berada di sini, bukankah mereka sudah punah?” seru pasukan itu terperangah dan bertanya-tanya dalam hati akan sosok makhluk siluman yang dilihatnya.
Siluman legendaris yang dikabarkan pernah memimpin puluhan ribu siluman lainnya untuk menghancurkan dunia manusia. Itu sebenarnya hanya dongeng belaka untuk menakut-nakuti anak kecil agar tidak bermain terlalu jauh di hutan.
Akan tetapi kebenaran tampak jelas dimatanya, ia melihat sendiri Naga Emas berukuran puluhan meter yang terdapat dalam dongeng itu, terbang kearahnya dengan aura membunuh yang sangat kuat.
Aaaarrrrrggghhhh
Siluman Naga terbang melesat begitu cepat menuju pasukan itu, dengan kecepatan yang tidak biasa, pasukan tersebut tidak sanggup mengindar dan melakukan pertahanan.
Mengingat tubuhnya yang telah terkunci membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa, ia menutup matanya dan bersiap menerima serangan apa pun.
Tubuh pendekar itu langsung menerima sebuah gigitan tajam yang mengadung aura Chi yang sangat kuat.
Hanya bisa menjerit kesakitan, Pendekar itu mati dengan sekali serangan. Tingkat Pendekar Suci tahap Langit seperti bukan lawan yang sulit untuk siluman Naga.
Kressss
Kressss
Wusssss
Gigitan siluman Naga itu memberikan sebuah ledakan Chi yang sangat besar, membuat sungai di dasar tebing langsung bergejolak karena mendapatkan gelombang enegi yang menghantamnya.
Ledakan tersebut seperti cara Permaisuri bunuh diri, Siluman Naga ini menghancurkan pusat Dentian dan akar roh secara bersamaan.
Hal itu tentu membuat lonjakan energi yang sangat kuat, seperti meledaknya sebuah bom.
Lonjakan energi itu langsung diserap oleh Siluman Naga, seperti seorang pendekar yang sedang menyerap sumber daya kelas tinggi. Siluman naga ini memakan pendekar itu dengan sangat senang.
Naga itu turun dari udara dan mendarat ke tanah untuk mengunyah dengan lahap makan malamnya, merasa kenyang dengan makan yang ia makan, Naga ini langsung terlelap tidur di tepi sungai.
********
Setengah jam yang lalu di atas tebing.
Penasehat kerajaan telah sampai di lokasi ke empat pasukan yang mengejar Dou Jin, dengan segera mereka langsung berlutut dan memohon ampun. Mereka langsung menceritakan apa yang terjadi sebelumya.
“ Pemimpin….”
Slassshhh
Sebuah tenaga dalam yang sangat kuat langsung memutuskan leher kedua pasukan yang sedang berlutut, menyisakan kedua pasukan yang menatap ngeri pemimpinnya sendiri.
“ AArrrrghhh, Dasar bodoh!!!”bentak pria sepuh ini mengacak-acak sendiri rambutnya, geram akan tidakan bodoh pasukannya.
“ Di dalam sungai itu ada siluman legendaris yang menjaga sungai, Kaisar pun yang memiliki tingkat kultivasi tertinggi di kekaisaran ini pun tidak berani terjun langsung ke dasar sungai. DASAR BODOH!!!”
Salassshhh
Dukkk
Dilanjut dengan kedua pasukan lainnya, Penasehat kerajaan langsung menebas kedua pasukan yang tersisa, memisahkan tubuh dengan kepala yang begitu rapih.
Tingkat kultivasi Penasehat kerajaan yang berada pada tingkat Pendekar Suci tahap Surga membuatnya mempu dengan mudah membunuh keempat pasukan dengan mudah.
Pria sepuh ini menghela nafas pelan kemudian menghembuskannya dengan kasar, ia melesat pergi dari tempat itu dan menuju pasukannya yang lain untuk membatalkan pencarian mereka.
Penasehat Kerajaan tahu, kemungkinan untuk Putra Mahkota selamat di dasar sungai sangatlah kecil dan terlebih lagi, jika ia berusaha turun langsung ke dasar tebing hanya akan menambah kerugian yang diderita kelompoknya.
*******
Di tempat Dou Jin
Dou Jin yang menghantam batu di tengah sungai langsung kehilangan kesadarannya. Nasib baik membuatnya selamat karena air sungai menghantarkannya ke tepi sungai.
Waktu pagi tiba dan cahaya menyilaukam menyinari wajah putih pria yang penuh luka itu , Dou Jin Mengira itu cahaya matahari.
Merasa sudah sadar Dou Jin kemudian membuka matanya, begitu ia membuka mata rasa sakit yang teramat sangat datang kembali meremas sekujur tubuhnya.
Andai sahaja Dou Jin tidak menyerap sumber daya tingkat tinggi sewaktu kecil yang membuat fisiknya seperti Pendekar Suci tingkat Bumi. Tentu saat ia menabrak batu karang di sungai, ia sudah mati kerena kehabisan darah.
Arrrghhh
Dou Jin menjerit seketika, seluruh kakinya tidak dapat ia gerakan karena patah tulang, tubuh yang menghantam batu itu ternyata membuat kedua tulang kakinya patah.
Hikss
Hikss
Dou Jin menangis sejadi-jadinya, tidak ada siapa pun, apa pun dan bagaimana caranya ia bisa hidup sedangkan berjalan sahaja ia tidak mampu.
Isak tangis yang begitu menyat hati terus sahaja Dou Jin lakukan, pikiran yang sejak awal memikirkan ibunya sekarang telah hilang, membuat sensor di otak yang menahan rasakitnya lenyap, dan semakin menambah rasa sakit di sekujur tubuh.
Satu jam sampai tidak terasa, Dou Jin sudah menangis selama tiga jam, bagaimana pun juga Dou Jin adalah pria remaja muda dengan usia tujuh belas tahun.
Terdampar dengan begitu banyak luka dan tidak bisa mengerakan tubuh, anak kecil mana yang tidak akan menangis.
Berpikir untuk menyerah dan bunuh diri dengan menghantamkan kepalanya dengan batu, namun ia teringat kematian sang ibu yang menghancurkan tubuh untuk menyelamtkannya.
Hal itu semakin menyayat hatinya dan membuatnya tidak ingin putus asa dalam berjuang.
Tiba-tiba ia teringat pesan ibunya, ‘ Jika kau punya waktu untuk berpikir menyerah, mengapa kau tidak punya waktu untuk berikir berjuang. Satu masalah seribu solusinya’.
Dou Jin meraptkan giginya, tidak peduli seberapa sakit yang dirasanya. Kematian ibunya sendiri yang begitu mengenaskan memberikan semangat baru untuk bertahan. Ia hapus seluruh air matanya dan mulai berjalan.
Dou Jin berjalan dengan menyarak kedua kakinya dan tangan sebagai pengeraknya.
Sreeettt
Street
Bunyi tubuh yang bergesekan langsung dengan tanah terdengar jelas, tubuh yang penuh luka itu bergesekan dengan tanah berkerikil.
Bekas luka yang belum kering berbenturan dengan tanah dan krikil, Dou Jin ingin berteriak kesakitan, namun ia menahannya.
Rasa sakit itu sebenarnya sangat menyakitkan, Dou Jin sebenarnya ingin menutup kedua matanya, dan membiarkan roh dalam tubuhnya lepas dari tubuh.
Namun saat teringat kematian sang ibu membuat Dou Jin tidak ingin mengatupkan kedua mata.
Dou Jin merapatkan giginya dan menahan semua rasa sakit itu dengan dalih impian ibunya untuk tetap hidup.
Ia melihat puncak tabing yang terlihat gelap, dan area sekitarnya juga gelap, tetapi tepat dihadapannya ada sebuah cahaya terang benderang di dalam gua.
Merasa ada sesuatu yang aneh, Dou Jin menyipitkan mata melihat dengan saksama ke arah gua.
Bagaimana ada cahaya yang terang sepeti sinar matahari bisa masuk ke dalam tebing yang sangat dalam dasarnya.
Ia pandangi sekitarnya yang terlihat gelap, hanya satu celah kecil di dalam gua yang memberikan sebuah cahaya yang sangat terang.
Terangnya cahaya tersebut mampu menerangi wilayah sekitarnya, Dou Jin sendiri yang jatuh dari tebing, bisa melihat kayu yang mengampung juga berkat cahaya ini.
Berpikir mungkin ada manusia yang tinggal di dalam gua, Dou Jin berharap dalam hati.
Dengan harapan kecilnya Dou Jin menyarak kedua kainya melangkah masuk menuju gua.