KEJADIAN SEBELUM MENIKAH

1198 Kata
“Bang Briyanda akhirnya memutuskan aku dan dia akan menikah nanti sore. Jadi siang ini, aku akan mencari gaun mana yang terbaik untuk aku gunakan dan juga mencari tukang make up agar wajahku  terlihat berbeda dari biasanya” jelas Meta. “Sebagai seorang wanita jelas saja ingin tampil cantik di acara pernikahan aku nantinya. Wakua itu hanyalah sebuah pernikahan” Meta menjeda kalimatnya sejenak kemudian tertunduk lesu. “Pernikahan tidak sesungguhnya”                “Bisa ga mempelai prianya itu adalah aku? aku ingin merias wajah lu agar terlihat cantik nantinya.” Ucap Vulkanik.                “Lah, apa hubungannya menjadi suami dan merias wajahku, itu sama sekali tidak ada nyambungnya” Meta menggelengkan kepalanya. Tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Vulkanik.                “Ya merangkap. Aku bisa menjadi suami lu, tukang make up juga. Bukankah itu akan menjadi sangat hemat biaya. Aku hanya tinggal melihatnya di youtube sebentar lalu akan menirunya” Sesederhana itu pemikiran dari Vulkanik. Alhasil dia kemudian mendapatkan tepukan di bagian belakang kepalanya.                “Jika ingin bicara, briefing dulu antara otak dan alat perasanya. Jangan ga sinkron maka itu akan membuat lu terlihat aneh. Kaya alien” celetuk Perwira yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap sahabatnya ini.                “Selesaikan tugas lu dulu.” Meta kemudian menyerahkan tugasnya itu ke Vulkanik. “Salin cepat tugas kuliah ini dan nanti siang temani aku untuk mengurus semuanya. Aku ga mau tau”                Perwira lalu menatap Meta dengan dalam. “Meta, lu beneran emang mau nikah muda? Aku tau kalau lu ga bakalan mau melakukan hal ini”                Meta yang tidak takut sama sekali dengan tatapan Perwira lalu membalas tatapannya. “Aku akan melakukan apapun itu demi Mickey. Lu kira aku akan diam saja? tidak!”                Bukan Meta namanya kalau wanita ini tidak bersikap keras kepala. Keduanya tau akan hal itu. Namun Perwira masih ingin kalau Meta bisa mengubah jalan pikirannya kali ini. Untuk masalah biaya mengenai motor baru yang kemudian dilakukan modifikasi agar bisa mengkloning dari Mickey, maka tidak masalah sama sekali dengan dirinnya. Dia masih memiliki tabungan pribadi untuk membiayai semuanya.                  Namun ini adalah masa depan Meta, dimana tidak bisa dianggap remeh. Pernikahan yang beneran sah terjadi dimana ada kalimat sakral yang disebutkan untuk menjadi pengikat sehidup dan semati. Briyanda tidak ingin kalau Meta akan menyesal di kemudian hari karena pernikahan yang mereka lakukan. Terlebih lagi ini akan memakan waktu setahun atau dua tahun lamanya hingga Briyanda wisuda.                “Meta, coba pikirkan lagi” bujuk Perwira, dimana dia berharap kalau Meta bisa mendengarkan dirinya kali ini saja.                “Jika lu masih menolak akan hal ini, aku tidak masalah sama sekali. Akan tetapi jangan pernah membuat aku membenci lu. Perwira.” Tegas Meta yang sudah yakin akan keputusan yang dirinya buat.                Alhasil, Perwira yang sama sekali tidak ingin membuat hubungan keduanya menjadi renggang memilih untuk mengalah. Dia tidak akan membiarkan Meta harus menanggung ini semua. Apapun yang terjadi, Perwira tidak akan meninggalkan Meta sendirian.                *                “Lah, mau kemana bro?” tanya Bumi yang melihat sahabatnya ini tergesa-gesa ketika keluar dari ruangan.                “Ada hal yang harus aku kerjakan” Jawab Briyanda yang masuk kedalam ruangannya dengan sedikit membanting pintu.                Bumi memiringkan kepalanya kesamping menatap Briyanda yang akhir-akhir ini dia merasa bahwa sahabatnya ini sedikit aneh. Tidak seperti biasanya. Dia lalu menaikkan kedua bahunya berusaha bersikap acuh.                Briyanda akhirnya keluar dari ruangan sembari menyandang tas ranselnya. Menandakan kalau pria ini tidak akan kembali lagi ke kampus. “Lah, kenapa lu pulang? Hari ini kita janjian buat ngerjakan proyek dari Pak Sikandar” ucap Bumi. Briyanda yang saat itu sudah berdiri di depan pintu keluar seketika menghentikan langkahnya dan menoleh ke samping. “Bukannya dua hari lagi?”                “Yang benar saja, Dua hari lagi itu kita ada kuis dan lu sendiri yang bilang kalau kita akan mengerjakannya hari ini. Besok aku tidak bisa karena aku harus asistensi sekaligus mau buat rekap nilai” Briyanda terdiam sejenak. Berusaha mencari solusi atas tugas mereka ini. Briyanda lupa akan hal ini, jika tau. Dia tidak akan mengajak Meta untuk menikah hari ini.                “Ga bisa sama sekali lu handel? Ntar kalau masalah makanan, minuman, atau apapun itu lu tinggal bilang sama aku aja. Aku isiin ntar saldo gopay” Briyanda kemudian melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. “Ok?”                “Lah, duit dari mana lu? Pecah tender?” goda bumi. Briyanda tidak menjawab dan hanya menatap datar ke arah bumi. “Masih kurang? Mau beli skin juga?”                Bumi seketika tersenyum dengan begitu merekahnya. “Lancar banget uang bulanan Pak. Tumpeh-tumpeh ya saldo ATMnya”                “Jika lu ga mau? aku tarik balik apa yang sudah aku tawarkan” dengan cepat Bumi menggelengkan kepalanya. “Apa yang sudah lu tawarkan ga bisa lagi ditarik” Bumi terdiam sejenak. “Tunggu, tadi ada seseorang yang menitipkan sesuatu, katanya ini buat lu”                Bumi lalu berjalan ke ruangan asisten Dosen, dan ketika keluar dia sudah membawa satu stelan jas yang sudah terbalut dengan plastik sebagai pembungkusnya. Dimana jika dilihat itu bukanlah sebuah jas biasa.                “Kece banget jas lu, sesekali boleh ga sih aku pinjam dalam acara formal” tawar Bumi sembari menyerahkannya. Briyanda kemudian mengambilnya. “Jas ini bukan milik aku. Seseorang minta mencarikan jas bagus dimana. Dan aku merekomendasikan ini untuknya”                Tanpa perlu berpamitan lagi. Briyanda kemudian berjalan keluar. Dia sudah telat sekarang dari janji yang sudah dia katakan ke Meta. Sungguh, dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi dari Meta nantinya seperti apa.                Entah kenapa keberuntungan kurang berpihak kepadanya. Dia sama sekali tidak ingin hal ini menimpa dirinya. Sesuai dengan rencana yang sudah dia buat sebelumnya buat hari ini bahwa dia akan sampai kesana bahkan sebelum janji mereka buat. Namun manusia hanya bisa berencana, semua yang terjadi tidak bisa diprediksi sama sekali kedepannya seperti apa.                 Jalanan yang biasanya terlihat lancar tanpa ada hambatan sama sekali ini seketika berubah menjadi kemacetan yang begitu parah. Bahkan saking macetnya, untuk di lalui oleh sepeda motor aja sulit. Briyanda sudah mulai cemas saat ini. Dia bukan hanya telat lima belas menit, akan tetapi ini sudah sejam lamanya dari janji yang sudah mereka buat.                Briyanda ingin sekali menghubungi Meta, akan tetapi kalau dia menghubungi akan memperlambatnya untuk segera sampai. Alhasil dirinya hanya berjuang untuk bisa melalui kemacetan ini dengan mencari jalan alternatif untuk segera sampai.                Mereka berdua yang tidak mau orang lain tau mengenai pernikahan keduanya. Alhasil, jarak dari area kampus dengan tempat mereka menikah jaraknya bukanlah dekat. Sangatlah jauh.                Jika saja di lalui dengan sepeda motor menggunakan jalan biasa tanpa ada kemacetan sama sekali dan di bawa posisi mengebut bisa memakan waktu setengah jam lamanya. Kalau jalanan macet seperti ini bisa menjadi dua kali lipat dari semestinya.                Sepanjang perjalanan, dirinya merasa bersalah sekali. Dia saja bisa marah karena seseorang tidak bisa menepati janji yang sudah mereka buat dan kini malah dirinya yang tidak bisa melakukan hal itu.                Dia lalu memutuskan untuk menghubungi Meta. Berharap Meta bisa mengerti akan keterlambatan yang dirinya alami ini. Dia kemudian mengutuk dengan kesal, saat semua panggilan yang dia lakukan hanya dijawab oleh operator. Dengan begini, Briyanda merasa kalau Meta pasti marah besar kepada dirinya saat ini. Siapa yang tidak akan marah setelah diberikan janji akan menikahi, namun sudah lebih sejam lamanya dari janji dibuat tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN