Bab 59

1766 Kata

Nara bergeming di tepi ranjang, jemarinya memilin ujung sprei seolah-olah kain itu adalah satu-satunya pegangan yang ia miliki. Pandangannya kosong, tertuju pada pantulan dirinya di cermin besar yang tampak asing. “Non, jam berapa ini? Kenapa masih diam aja?” Yeni muncul dari balik pintu walk-in closet, wajahnya ditekuk cemas. Nara hanya menghela napas pendek, bahunya merosot. “Buat apa, Yen? Jadi pajangan lagi?” Tanpa menjawab, Yeni berbalik, tangannya dengan cekatan memilah deretan gantungan baju yang bergeser ritmis—srak, srak, srak. Ia menarik sepotong gaun hitam berbahan satin dengan potongan slip dress yang sangat minim. “Jangan bilang Non lupa. Pak Devan udah pesan tempat untuk makan malam. Pak Devan, Non! Bukan sembarang orang yang bisa bikin jadwal Pak Devan tuh kosong.” “Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN