Bab 60

1717 Kata

"Aku tidak bersedia, silakan kamu pergi," desis Nara. Matanya memicing tajam, tangannya terkepal di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. Ia berusaha menahan getar di suaranya agar tidak menunjukkan ketakutan. Pria bernama Rendra itu justru tergelak hebat, kepalanya mendongak ke belakang dengan aroma alkohol yang menyengat. "Hah? Hahaha! Lihat, teman-teman! Gue ditolak rupanya!" "Huuu!!! Payah lo, Ren!" "Rendra loyo! Cewek satu aja nggak dapet!" Suara-suara sumbang itu bersahutan dari meja di belakang Nara. Ia menoleh cepat, jantungnya seolah berhenti berdetak melihat kerumunan pria yang menontonnya layaknya tontonan sirkus. Rasa jengah berubah menjadi mual. Sreg! Nara berdiri mendadak, kursinya berderit tajam di atas lantai marmer. "Saya permisi. Silakan kamu duduk di sini," desis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN