Bab 61

1941 Kata

“Devan … jangan di restoran mahal lagi.” Suara Nara nyaris tenggelam oleh deru mesin mobil mewah Devan. Ia masih bisa merasakan sisa amis darah dan aroma kematian dari kejadian yang baru saja ia saksikan—kekejaman Devan yang dilakukan tanpa mengedipkan mata. Saat ini, Nara hanya butuh sesuatu yang normal. Sesuatu yang membumi. Devan memutar kemudi dengan gerakan elegan, memarkirkan mobilnya di bahu jalan yang gelap. Mata elangnya menatap Nara tajam. “Apa kamu merasa punya hak untuk mengaturku, Nara?” Nara menunduk, nyalinya menciut. “Enggak,” lirihnya. Ia merindukan rasa makanan yang dulu biasa ia santap sebelum terjebak di sangkar emas pria ini. Tanpa diduga, Devan kembali memanuver mobilnya ke tengah jalan raya. “Mau makan di mana?” Nara tertegun. Ia menoleh, menatap profil samping

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN