Mulai Mencurigai

466 Kata
Pangeran Air menghela napas sebentar, lalu meletakkan tangannya ke sumbu itu. ... ... ... Api besar langsung menyambar yang membuat Putri Api melongo tak percaya. "Ken--kenapa bi-bisa?" tanua Putri Api terkejut bukan main. Sama halnya dengan Pangeran Air yang juga terkejut tak menyangka. Sebesar itukah kekuatan api yang ia punya? Sampai mampu menghidupkan apin unggun Kerajaan Van Vuur. Pangeran Air pikir kekuatan api-nya ini hanya setitik saja. Api semakin membara, cahayanya sangat terang bewarna merah kebiruan. "Bagaimana mungkin?" Putri Api masih bertanya-tanya. "Aku tak tahu," jawab Pangeran Air. Dirinya pun masih syok. "Ken-kenapa ak-u tak bisa menghidupkan apinya?" "Mungkin kau bisa memadamkannya," ucap Pangeran Air. "Eh, kau pikir aku Putri Air? Aku Putri Api! Aku menghidupkan api, bukan memadamkan api." "Kau pikir aku Pangeran Api?" tanya balik Pangeran Air yang membuat Putri Api mati kutu. "Ta-tapi kenapa kau bisa melakukannya? In-ni mustahil. Sangat mustahil." "Coba kau padamkan!" suruh Pangeran Air. Pria itu segera menarik tangan Putri Api mendekati api besar itu. Pangeran Air mengarahkan tangan Putri Api pada sumbu api unggun. Telapak tangan Putri Api langsung mengeluarkan setitik air. "Kau gila, bagaimana bisa aku memadamkan ap-i ... nya." Putri Api melongo tak percaya. Api padam begitu saja dalam hitungan satu detik. "Ini gila!" ucap Putri Api berkomentar. "Sangat gila!" sahut Pangeran Air. Ia berdecak kagum, karena sejujurnya sebagai Pangeran Kerajaan Van Water, Pangeran Air malu dengan Putri Api yang mempunyai kekuatan air lebih besar daripadanya. "Kenapa kekuatan kita bertukar seperti ini?" tanya Putri Api heran. Ia menatap kedua tangannya. "Apa mungkin emang benar kekuatan kita tertukar?" tanya Pangeran Air. "Ah, tak mungkin. Sebelumnya aku masih mempunyai kekuatan api, tetapi sejak air muncul, api-ku mulai padam." "Sama. Sejak api muncul, airku mengering." "Lalu, bagaimana sekarang?" "Entahlah." Putri Api mencari tempat duduk, lalu duduk di sana. Ia merenungkan apa yang telah terjadi. Kenapa semua tampak aneh, tetapi terjadi tanpa sengaja seperti ini? Putri Api menatap cincin yang dipakainya. Apa karena cincin ini? "Aku yakin, pasti cincin ini yang tertukar, makanya kekuatan kita tertukar." "Tapi Empu Eyang sendiri yang berkata, jika cincin itu sudah benar, kita tak boleh menukarnya." "Bisa jadi Empu Eyang yang salah." "Tak mungkin sekali, karena Empu Eyang selalu benar." Putri Api mendengkus. Benar juga. Sang penguasa daratan itu tak akan pernah salah dan tak bisa disalahkan. "Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana jika Ayahandaku menguji kekuatan api-ku kembali? Ia pasti terkejut melihat api-ku telah berganti menjadi air." "Aku juga mengkhawatirkan hal yang sama." "Huff. Bagaimana ini?" "Kalian tenang saja." Sebuah suara tiba-tiba saja muncul membuat Putri Api dan Pangeran Air terkejut. "EMPU EYANG?" teriak keduanya. **** Hallo, sampai sini dulu, ya. Maaf gak bisa up banyak-banyak guys hehe. Segini juga udah disempat-sempatin. Terima kasih bagi yang udah mau baca walau hanya satu orang atau bahkan tidak ada sama sekali hehe. Thank u guys ~Amalia Ulan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN