Danish bergerak semakin ke bawah menuju area favoritnya. Thania tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Tenaganya tidak sebanding dengan seorang laki-laki, apalagi Danish cukup kuat menahan pergerakannya. “By.. janganhh..” Dada Thania bergemuruh hebat. Mulutnya memang menolak, tapi tidak dengan respon tubuhnya. “Owhh..” “Hubby..” panggil Thania dengan nada meracau. Danish minum seperti Bayi yang sedang kehausan. Bahkan tangannya tidak mau diam. Tangannya bergerak dengan kasar yang membuat Thania kuwalahan. Nafasnya memburu tidak beraturan. “Sshh.. pelanhh-pelanh, By!” “Hubby kenapa? Enghh..” Thania masih berusaha sadar dan memberikan pertanyaan pada suaminya. Tapi nyatanya Danish sudah hilang kendali. Yang ia lakukan saat ini di luar kendalinya. Obat itu berpengaruh besar p

