Beberapa hari kemudian Seperti biasa, setiap pagi Thania dan Danish selalu berangkat bersama ke kampus. Namun semenjak Thania hamil Danish menjaga istrinya lebih ekstra. Bahkan sikap Danish lebih posesif dari sebelumnya. “Sayang, Thania ke kelas dulu!” “Hmm.. belajar yang benar, jangan suka bercanda di kelas.” “Iyaa.” Thania mencium punggung tangan suaminya. Danish mencium kening Thania sebelum wanita itu keluar dari mobil. “Jangan capek-capek, ya! Kalau ada apa-apa langsung beritahu saya.” ujar Danish dengan nada sedikit posesif. “Iya, sayang.” Bahkan sudah ke sekian kali Danish berkata seperti itu. Sebelumnya saat di perjalanan Danish sudah mengatakan hal yang sama berulang kali. Lagipula Thania bukan anak kecil yang harus dinasehati berulang kali. Ia akan menjadi seorang I

