Wejangan Anak Perawan

1066 Kata
Sadam tidak langsung membawa Sharen pulang karena sekarang masih pukul 2 siang dan karena mereka juga belum makan siang, jadi Sadam bawa Sharen mampin ke kafe untuk makan siang. Sharenpun tidak protes sama sekali, malahan dia senang karena bisa sekalian sholat duhur disana. "mau makan apa?" tanya Sadam "eeeuumm.. nasi bakar cumi hitam aja deh minumnya ice lime no sugar ya" kata Sharen cepat2 sambil menutup buku menu karena waktu sholat udah mepet. "Mas Sharen sholat duhur dulu ya.. udah mepet nih" "oh.. iya silakan.. ada musholah kan mbak?" jawab Sadam kemudian bertanya pada pelayan kafe itu. "ada mbak disana" kata si mbak sambil menunjuk ujung kafe kepada Sharen. Segera Sharen berlalu menuju Musholah. Selesai memesan Sadam kembali memikirkan Sharen yang ternyata punya banyak kelebihan. "Lagi Shar.. lagi.. lagi2 elo hebat diamata gue... elo udah cantik napa pake sholehah sih? sexy pula?! pinter musik pinter didapur.. aaarrrggghhh... gimana gua ga suka sma elo Shareninaaa?" Tanpa sadar Sadam sudah mengakui ketertarikannya pada Sharen. "Mas ga sholat?" tanya Sharen setalah kembali ke meja mereka. "eh.. iyaa.. abis ini.. sengaja nunggu kamu dulu biar meja ga ditempatin orang" jawab Sadam. "yaudah buruan mas keburu Ashar lhoo" perintah Sharen, yang hanya diangguki Sadam dan segera berlalu ke Musholah. Setelah Sadam melaksanakan Sholat Duhur singkatnya itu Sadam berdo'a pada Allah untuk membuat hatinya tenang dan tidak kepirian Sharen terus menerus. "Yaa Allah.. tolong buat hati hamba kembali tenang.. karena Sharen yaa Allah.. dia ade hamba.. dan tidak akan mungkin kami bisa bersama.. pasti perasaan kami terhalang restu orang tua.. tolong yaa Allah.. aamiin" "Lhooo makanan dateng kok didiemin aja ga dimakan Shar?" tanya Sadam sambil kembali duduk. "sengaja emang.. nunggu mas.. balek" jawab Sharen terbata karena malu. "lhaaa.. ngapa musti nunggu gue coba? emang ga laper apa elo?" tanya Sadam lagi. "heheheee.. ga sopan mas kalo Sharen makan duluan" jawab Sharen sambil tersenyum manis banget. "yaudah buruan makan aku juga uda laper banget" tutup Sadam yang memang sudah kelaparan. Dan merekapun makan dalam diam dan sesekali saling mencuri pandang satu sama lain. bila tatapan mata mereka bertemu mereka hanya saling tersenyum. "Yaa Allah Sharen... kowe raoleh koyok ngene ki Shar... bocah bagus kuwi majikanmu.. orah podo karo kuwi seng mung anak e ART" monolog Sharen dalam hati karena merasakan ada yang berdebar dalam dadanya yang belum pernah dia rasakan. "Shar.. abis ini langsung pulang aja ya.." ajak Sadam. "Lha emang e mas Damdam udah gada acara lagi ya.. apa emang ga mau ajak Sharen yaaa..?" tanya Sharen sambil merunduk sedih. seketika membuat Sadam kelabakan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "ga gitu Shar.. cuma ga enak aja sama bu Artin masa bawa kamu pergi lama2.. kan kamu juga belum puas kangen2an sama ibu mami dan papi?" Alibi Sadam agar tidak terus berdua Sharen, takutnya Sadam khilaf dan kebablasan. ya meskipun memang benar sih Sadam sungkan sama bu Artin. "Mas Damdam ga suka ya pergi berdua sama Sharen?" tanyanya kembali "Yaa Allah Shar.. kok gitu mikirnya?" heran Sadam. "yaudah kita pulang.. Sharen ga akan minta ikut mas lagi" tutup Sharen sambil menaruh uang 100rb di meja. "ini buat apa?" tanya Sadam terheran2 "buat bayar makanan aku lhaa mas" jawab Sharen "elo hina gue? timbang makan doang gue bisa bayarin! bawa balek sana uang elo!!" perintah Sadam tegas. Sharen menciut sambil mengambil kembali uangnya tadi. Dalam perjalanan pulang mereka hanya diam satu sama lain. dan yang semakin buat Sadam kesal karena Sharen tidak mau berpegangan padanya seperti saat berangkat tadi yang malah terlihat seperti memeluk Sadam dari belakang. Sadam tidak hilang akal, dikendarai motor itu dengan ngebut dan terus menyalip sehingga membuat Sharen akhirnya kembali memeluknya erat dari belakang boncengannya. Sadam tersenyum dalam hati sambil terus konsentrasi pada kemudinya hingga sampai di halaman rumah mereka. "Assalamu'alaikum" seru Sharen ucap salam setelah masuk rumah. terlihat rumah sepi Sharen memilih ke kamar ibunya saja tanpa sepatah kata pada Sadam. "Hhhuuufft.." helaan nafas Sadam ketika melihat Sharen seperti itu membuatnya memilih menuju kamarnya saja. Dalam kamar ibunya ternyata sedang mandi.. Sharen menunggu sambil tiduran di kasur. tak lama ibunya keluar dari kamar mandi dan terkejut dengan keberadaan Sharen dikamarnya. "Astaghfirullahaladzim!.. Sharen!! kaget ibu.. kowe moro2 enek kene!" kata ibu. dan Sharenpun hanya cengar cengir tanpa dosa "kangen aku bu" kata Sharen sambil beranjak memeluk ibunya erat2. ibu membalas pelukan itu tak kalah erat "piye sekolahmu ndhuk? ujian wingi lancar to? ojo ngisin2ni wong tuwo yo ndhuk.. masio awak e dewe wong kere ojo nganti bodho pisan. ben ra nemen2 uwong nek ngenyek. mulo ibu milih kerja adoh supoyo Sharen iso sekolah nek iso sampe dadi Sarjana yo ndhuk!" nasehat ibu pada Sharen yang hanya diangguki saja oleh Sharen. "pisan maneh, soale kowe saiki wes gedhe wes perawan nek wong jowo ngomong. kowe kudu iso njogo iku jenenge kehormatan. kudu iso perawan nganti rabi. ngeti ra maksude ibu?" "ngeti bu" jawab Sharen tulus. "ibu orah kiro menging kowe pacaran ndhuk.. wong ancen wes wayah e. mergo ibu wes tau enom sak umuran kowe yo wes mulai sirsiran karo wong lanang. mulo ibu mung iso ngilingno kowe supoyo ati2 karo wong lanang. sak nemen2e tresnomu marang bocah kui ojo nganti nglakoni opo seng dilarang agama yo ndhuk. Mung perawan kui seng iso dadi kebangganmu gawe bakal bojomu sesok. mergo kowe dudu anak e wong sogeh. orah bakal gampang golek bojo seng iso nerimo kondisi keluarga e dewe ndhuk. mulo kowe kudu tetep perawan menowo ono bocah lanang tur bagus tur mapan seng gelem ajak rabi kowe, nerimo kowe lan keluarga e dewe yo ndhuk!" Sharen mengangguk angguk sambil berkata "enggeh bu.. enggeh.. Insyaallah nggeh bu.. Sharen pasti berusaha kok.. pendungone mawon nggeh bu.." harap Sharen tulus. Setelah obrolan panjang yang lebih tepatnya nasehat untuk Sharen selesai, ibu mengajak Sharen ke dapur untuk membantu menyiapkan menu makan malam. Tampak Sharen dengan lihai menggunakan peralatan dapur disana. "Masak apa sayang?" tanya mami mengagetkan Sharen. "eh.. ini mii.. gurame asam manis sama tumis kangkung sama sambel dong.." jawab Sharen semangat. "heeemmm... kayaknya enak nih.. jadi ga sabar mami pengen cepet mateng dan makan.. hahaaa.. perlu bantuan sayang?" tanya mami kembali. "ga mii.. biar Sharen aja yaa.. Sharen pengen masakin mami sama papi lhooo.." pinta Sharen manja. "halllaaahhh.. Sharen kuwi pengen pamer nyah.. sampun ahli ning dapur" sahut ibunya yang hanya di cengiri saja oleh Sharen. dan mami hanya ber oh ria. "ya udah kalo gitu mami tunggu aja ya makan malam specialnya" tutup mami yang hanya jawab Sharen dengan gerakan hormat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN