Lagu Cinta Sharenina

1236 Kata
"gimana Dam? boleh ga Sharen ikut kamu? tanya papi mengulang "Sadam ga bisa janji pulang ga malem lhooo pi... emang papi bakal tetep kasih ijin kalau Sadam bawa Sharen pulang malem?" "Asal tetep kamu jaga ade kamu jangan lupa kasih makan sama jangan sampai ada yang kurang pas dipulangin" pesan papi pada Sadam "Whaaaattt... apa tadi papi bilang??? ADE??? Sharen Ade gue gitu??? Tunggu... emang benar sih Sharen ade gue kan mami papi udah angkat Sharen jadi anak, fix deh Sadam auto abang dedean doang lo" Monolog Sadam dalam hati "Dammm.. sayang.. kok malah bengong sih ga jawab2 dari tadi nglamun terus deh kamu nak... kenapa sih??" tanya mami heran melihat Sadam. "ee.. eeh... ya udah mau gimana lagi kalau mami papi udah kasin ijin Sadam bisa apa?" "yeeeeiii..." sorak Sharen girang "buruan ganti baju, aku naik motor jadi mending pakai celana panjang sama jaket ya biar ga dingin" perintah Sadam pada Sharen "Bhaiq Mas Damdam... tunggu ya aku pamit dulu sama ibu bentar "Sharen mengambil langkah 1000 menemui ibu di belakang dan meminta ijinnya "hah.. hah... bu.. Sharen ijin mau pergi sama Mas Damdam ya latihan band.. ibu tau kan Sharen suka banget musik dari kecil... boleh ya bu... Mas Sadam Papi dan Mami udah kasih ijin kok" "Yo wes piye neh ndhuk wong Sadam e dewe gelem kowe melu,, trus mami papi yo ngolehi ibu yo mesti ngolehi kowe pisan toh.. siji pesene ibu ojo ngrepoti Mas Sadam kowe sek enek duwek toh?" "Masih bu.." "Yowes ati2 yo ndhuk" kata ibu sambil mengulurkan tangannya agar Sharen salim. "nggeh bu maternuwun sanged nggeh" kata Sharen sambil cipika cipiki ke ibu. Sharen kembali dari kamarnya dengan celana jeans ketat warna hitam dan ada sobek di lutut kanan dan paha kirinya dipadu dengan kaos putih sedikit croptee ditutup dengan jaket jeans warna hitam juga lalu sepatu sneckers putih tidak lupa. Semua orang di ruang keluarga tercengang melihat penampilan Sharen yang terlihat tidak kalem seperti sebelumnya. "Ayoo mas Sharen siap" "Damn shit.. makin sexy aja ni cewek" batin Sadam melongo melihat Sharen turun "waaah gelaseh... keren banget lu.. pinter banget sih lu menyesuaikan penampilan sama acara?" komentar Sanum dan hanya ditanggapi Sharen dengan senyum bangga. "Jadi mirip sama bajunya Sadam nak" kali ini papi yang komentar "Sengaja emang pi.. biar gada yang isengin Sharen nanti disana.. ga cocok ya Sharen begini?" "cocok banget kok nak cantik kamu" sahut mami "makasih mi" sambil cipika cipiki "ayoo mas berangkat" ajak Sharen dan Sadam masih terbengong ga jelas saja "wkkwkwkwkwkkkkk... mampus lo Dam... gabisa TP2 deh lo.. Sharennya cari aman Damdamnya ga nyaman... hahahahaa" ejekan Numnum menyadarkan lamunan Sadam. "ck... sotoy lo" jawab Sadam ketus "Mas Sadam ga suka ya Sharen pake baju ini.. yaudah tunggu bentar ya Sharen ganti dulu biar Mas Sadam juga nyaman" baru saja 1 langkah Sharen hendak kembali kekamarnya namun tangan kanannya ditarik oleh Sadam "siapa bilang gue ga nyaman? udah gini aja. ayo berangkat keburu telat! mii pii kita berangkat dulu ya" pamit Sadam "iya nak hati2 inget jangan sampe anak gadis papi ada yang kurang pas kamu pulangin" pesan papi "kok papi malah kayak ayah yang lagi mau ngelepas anak perawannya kencan sih? heran deh?" protes Sadam "yaaa sapa tau aja latihan Dam.. ya ga miii?" kata papi mencari dukungan mami. "huum pi bener banget" koment mami ikutan gesrek dan Numnum hanya bisa ngakak dari tadi melihat kakanya diledekin terus. "udah ah ga berangkat2 kalau ngladenin kalian semua.. assalamu'alaikum" pamit Sadam "mii pii num berangkat dulu yaaa.. assalamu'alaikum" pamit Sharen. "walaikumsalam hati2" kor mami papi dan sanum. "Pegangan de.." perintah Sadam setelah Sharen naik motor sportnya. "bhaiq mas Damdam" jawab Sharen girang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit sampailah mereka pada Studio Musik milik teman Sadam. Sharen bergegas turun dari motor dan melepas helmnya, kemudian langsung menggandeng lengan kanan Sadam "Ayooo mas Sharen udah ga sabar.. udah rindu poll tenan iki" Sadam tidak menjawab hanya terus berjalan bersama Sharen, dia kelewat bahagia pasalnya tadi Sharen bukan cuma pegangan waktu di bonceng tapi malah meluk Sadam dari belakang, dan sekarang Sharen malah menggandeng lengannya "Tuhaaaannnn nikmat mana lagi yang Engkau dustakan" kembali Sadam bermonolog dalam hati. Dulu Sharen pernah les musik nyanyi dan piano tapi berhenti 1th yang lalu karena ayah menyuruh Sharen fokus pada pendidikan sebab Sharen sudah kelas 9 dan akan menjalani ujian nasional untuk kelulusan. Jadi jangan heran bila melihat Sharen seantusias itu sekarang. Dalam studio yang masih sepi itu Sharen melihat diujung alat2 band terdapat piano yang tertutup rapih. "Mas... Sharen boleh ga pinjem pianonya?" tanyanya pada Sadam "boleh pake aja, ruangan ini emang ga disewakan khusus buat owner, temen gue" Saking girangnya Sharen sampai mencium pipi kanan Sadam "emuach makasiiiiihhh..." Sadam membeku dibuatnya. "Sharen membuka penutup piano tadi kemudian duduk di kursinya dan memulai memainkannya sambil bernyanyi tentunya. Sharen menyanyikan lagu Cinta milik Vina Panduwinata. *Bergetar hatiku... Saat ku berkenelan dengannya.. Ku dengar dia.. menyebutkan nama dirinya *Sejak kubertemu... kutelah jatuh hati padanya... Di dalam hati... telah menjelma cinta.. dan bawalah daku selalu... *Dalam mimpimu... di langkahmu serta hidupmu... Genggamlah daku kini juga nanti.. harapan di hatiku... bawalah diriku selamanya... Sharen masih terus memainkan piano sambil bernyanyi tanpa sadar bahwa sudah banyak orang yang melihatnya selain Sadam. Sadam kembali terbuai dalam bayangan Fiture Wifenya karena ternyata menemukan keahlian Sharen yang lain lagi. Sadam juga penasaran apa masih banyak lagi keahlian yang dimiliki Sharen? Kira2 Sharen ahli ga ya urusan ranjang? "Astaghfirullahaladzim Sadam... kenapa beneran mikirin yang iya iya sih?" Sadam mengacak rambutnya frustasi kemudian terlena lagi mendengan Sharen mulai bernyanyi lagi. *Bergetar hatiku... Saat ku berkenelan dengannya.. Ku dengar dia.. menyebutkan nama dirinya *Sejak kubertemu... kutelah jatuh hati padanya... Di dalam hati... telah menjelma cinta.. dan bawalah daku selalu... *Dalam mimpimu... di langkahmu serta hidupmu... Genggamlah daku kini juga nanti.. harapan di hatiku... bawalah diriku selamanya... Sharen mengakhiri lagunya disambut riuh tepuk tangan penonton dan terkejut melihat ternyata bukan hanya Sadam yang bertepuk tangan untuknya. Sharen yang malu langsung menghampiri Sadam dan menyembunyikan wajahnya pada d**a bidang Sadam. "Heiii... kenapa? keren lhooo tadi beneran deh" bujuk Sadam pada Share "beneran ga bohong?? Aku udah lama ga melakukannya,, takut ga tepat" tanya Sharen dengan nada manjanya dan mendongak karena masih sembunyi di d**a Sadam. "beneran Shareeennn.. sumpah keren banget tadi" kata Sadam meyakinkan dan ternyata ampuh membuat Sharen lepas dari d**a Sadam "Huuuhhh..." Sadam menghela nafas karena dari tadi dia tahan saat wajah Sharen ada di dadanya. "weeehhh.. keren keren... siapa bro? diem2 bae,, ada cewek cantik loo"tanya salah satu temen Sadam. "Sepupu gue. kenapa? udah buang jauh2 deh kalau mau deketin dia! gue larang keras dia pacaran! masih kecil dia masih mau kelas 10" jawab Sadam garang. "diiihhh orang cuma mau kenalan doang masa iya ga boleh?" tanya yang lain "boleh, tapi ga pake salama bukan mukhrim" jawab Sadam belagu. "pelit amat sih lo Dam? jangan2 mau lo pacarin sendiri ya?? makanya kita ga boleh deketin?!" tanya temennya Sadam lagi dan langsung dapat hadiah toyoran dari Sadam "eh bacot, ga usah sotoy deh lo! udah diem gue kenali. Shar... kenalin ini temen2 mas Sadam main Band yang genit itu si Abim yang punya Studio ini, trus yang tengah tu yang gesrek namanya Nicko, dan yang ini buaya, jangan mau diajak ngomong sama dia, namanya Ariel. dan kalian semua kenalin ini sepupu gue namanya Sharen, Sharenina. Maaf seharusnya ini episode 5 dan publish tgl 27 karena salah pilih option jadi kepublish sekarang. Maaf ya kalau bacanya harus bolak balik ? #masihamatiran#
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN