PROLOG
Sang ketua klub berbeda, science Klub dan sport klub, adam dan rava yang tak pernah bisa saling akur. tidak ada satu pun cara yang dapat membuat mereka berdua menjadi akur dan berhenti saling melemparkan makian saat keduanya bertemu.
Oh... ataukah tidak?
Adam, tingkat terakhir senior high school, si tampan yang manja, si tampan yang aneh, si tampan yang susah dimengerti. Si tampan yang jenius ini pada tahun keduanya ia telah memegang kuasa sebagai ketua klub science di sekolah mereka.
hal ini seharusnya berbanding lurus dengan kemampuan otaknya kan? Namun kelakuan aneh Adam terkadang membuat orang mempertanyakan kapasitas otaknya. Dan salah seorang yang paling mempertanyakan hal itu adalah ayumu.
Rava Aryasatya, siswa tahun pertama dengan kesempurnaan mengikuti setiap jejak langkahnya. Pangeran tenis sekolah mereka, ketua dari klub olahraga. Sosok sempurna yang diberkati wajah menawan, tubuh atletis yang mengundang decak kagum setiap mata memandang.
Rava yang entah mengapa ketika berpapasan di koridor dengan Adam selalu berakhir dengan saling memaki dan mengejek. Tidak ada alasan spesial sebenarnya, hanya saja seorang Adam dengan senyuman ramah saat ia bersama teman-temannya dan juga rambut pirangnya membuat Rava iritasi.
Idol bukan, tetapi pemuda i***t itu berani mewarnai rambutnya? Ah, satu lagi... mulut Adam yang cerewet itu membuat rava juga iritasi.
Tidak ada cara untuk menyatukan mereka, bukan?
Tak ada...
Tak ada...
Iya, tak ada.
Sampai sebelum adam membawa rava masuk ke ruangan klubnya dan memberikan ciuman panas untuk rava dengan latar belakang langit siang yang cerah nan terpapar dari balik jendela ruangan klub mereka. Sebuah ciuman panas yang mengawali aksi nakal mereka selanjutnya.
'Dicium olehnya... oleh adam makhluk egois sialan ini?'
'Sial. Kenapa aku baru menyadari jika rava bisa terlihat menggemaskan sekaligus sangat erotis seperti sekarang ini?'
-To Be Contiued-