Di Antara

1789 Kata

Wajah Nana yang sudah berubah menjadi tomat masak membuat Frans tertawa. Ia menarik Nana ke dalam pelukannya dan memaksa gadis itu bersandar pada tengkuk lehernya, “Berimajinasilah seliar mungkin, Nana. Aku berjanji akan mewujudkannya untukmu nanti.” Kedua mata Nana membelalak lebar, ia kembali berusaha menarik dirinya, namun tenaga Frans luar biasa besar hingga ia tidak bisa bergerak sedikit pun. Nana jadi menyesal karena tadi ia sempat menaikkan sandaran tangan yang memisahkan tempat duduk mereka. “Baiklah.. Baiklah.. Aku hanya bercanda. Kau tidak perlu memberontak seakan aku adalah singa yang akan menerkammu.” Ucap Frans dengan membuka selimutnya dan membaginya untuk Nana yang kini sudah bersandar padanya. “Kau memang seperti singa yang bisa memakan orang, tau! Lepaskan aku, Frans. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN