Tentu saja Nana tidak menyadari sikap Frans. Ya, ia memang merasa tingkah pria itu aneh. Namun, Nana sejak awal sudah menganggap Frans adalah pria yang aneh dan mengesalkan. Karena itu, ia tidak heran lagi pada sikap pria itu sekarang. Entah mengapa, tanpa sadar ia bisa beradaptasi dengan sikap pria itu dengan baik. Setelah selesai membersihkan seragamnya, Nana keluar dari bilik toilet dan melangkah menghampiri Frans yang sedang meletakkan kepalanya di atas kedua lengan yang menempel pada permukaan meja. “Frans,” Pria itu terkejut mendengar suara Nana yang meski bernada lembut, namun menjadi seperti sengatan listrik pada kedua telinganya. Ia langsung mengangkat kepalanya. “Jangan lupa menyampaikan hukuman untukku pada Bu Tati. Aku akan mengatakan kepada yang lain bahwa kau memarahiku h

