“Apakah kau masih marah karena aku menipumu? Apakah ini adalah hukuman untukku, Na? Aku benar-benar minta maaf. Bukankah kita sudah berdamai? Jangan pergi dariku, Na. Aku mohon. Tetaplah berada di sisiku.” Pinta Frans dengan meraih tangan Nana dan menggenggamnya erat. “Aku tidak berniat menghukummu, Frans. Bisa tinggal seorang diri, menikmati kesendirian dalam hidup yang damai. Itu semua adalah hal yang sangat ingin aku rasakan sejak dulu. Tinggal di rumah yang berbeda denganmu bukan berarti kita terpisah, Frans. Kita tetap akan bertemu di tempat kerja. Kau pun bisa sering mengunjungiku jika kau mau. Aku hanya ingin merasakan apa yang sejak dulu aku dambakan. Itu hanya sebentar. Bukankah aku akan kembali lagi ke rumahmu saat kita sudah menikah nanti?” Jelas Nana. Frans masih terdiam. Rah

