“Ugh! Hampir saja!” Seru Frans dengan menghela panjang. Hanya tinggal sedikit lagi Nana akan membentur lantai dan sudah pasti punggungnya akan hancur. Itulah hal yang langsung terbesit di pikiran Frans begitu ia menyaksikan kaki Nana tergelincir. “A-aduh.. pinggangku..” Keluh Nana dengan memegangi pinggang dan bagian bokongnya yang terbentur lantai. Karena Frans berhasil menahan tubuhnya, ia tetap terjatuh, namun dalam posisi duduk setelah sempat membentur kaki pria itu. “Tahan sebentar,” Ucap Frans seraya menggendong Nana seperti bayi, lalu membawa gadis itu ke sofa kamar dan meletakkannya perlahan di sana. “Kau harus selalu berhati-hati jika berjalan, Na. Kau sering sekali terpeleset. Bagaimana jika tadi aku tidak ada? Kau pasti akan membentur punggungmu,” Omel Frans dengan mengusap p

