Nana mematung. Ia menatap bergantian pada Frans dan Tora yang sedang menatapnya tajam, menunggu jawaban yang akan keluar dari mulutnya. Ini adalah hal yang sejak lama Nana takutkan. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Kenyataannya, ia memang tidak memiliki hubungan dengan Frans. Jika ia mengatakan itu, Frans akan sakit hati dan membencinya. Namun, kenyataannya adalah seperti itu. Mereka tidak memiliki hubungan. Nana bukanlah milik Frans. Namun, Frans lah yang selama ini merantai Nana dengan kekangan. “Nana, beranikanlah dirimu! Perjuangkanlah kebebasan dan harga dirimu sendiri!” Ujar Tora, mendapat lirikan geram dari Frans. Seruan Tora membuat Nana tersadar. Tora benar. Nana harus berani agar ia bisa mendapatkan haknya kembali. Meski Nana memang berhutang pada Frans, namun bukan be

