Bekas Luka

1789 Kata

Frans melangkah masuk ke dalam kamar tidur itu dengan harus sedikit menunduk untuk menghindari bingkai pintu kayu geser yang terlalu rendah untuknya, “Ini semua sudah lebih dari cukup, Nyonya. Terima kasih.” Nyonya Hanabi membuka sebuah lemari besar yang juga memiliki pintu geser. Di sana terdapat sebuah kain besar tebal berwarna putih. Frans segera membaringkan Nana di atas lantai kayu beralas Tatami yang merupakan tikar tradisional Jepang. Kemudian, ia bergerak membantu Nyonya Hanabi untuk menurunkan benda tersebut. Ternyata, itu adalah sebuah Futon, tempat tidur tradisional Jepang berbentuk kain besar tebal yang ditelakkan di atas lantai. Bersama Futon, ada sebuah selimut bermotif bunga sakura merah muda yang sama-sama tebal dan besarnya melebihi Futon itu sendiri. Frans membantu Nyo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN