Jasmine berjalan lebih dulu dibandingkan dengan kedua temannya. Tak lama setelah pesanan Rhein datang, dia menyelesaikan makan siangnya. Lalu dengan alasan sakit perut, ia meninggalkan mereka bertiga dan menuju kubikelnya sendirian. Namun ia segera berpikir bahwa Kia dan Caca akan mencurigainya, jadi ia kembali menuju toilet dan duduk didalam salah satu biliknya selama beberapa menit. Sudah beberapa kali Rhein mencoba mendekatinya namun hal yang selalu ia lakukan adalah menghindar. Walaupun kenyataan bahwa ia bekerja di perusahaan milik Rhein terus terngiang-ngiang membuat ia seperti tidak tahu terima kasih. Sekarang, setelah usaha yang dilakukan Rhein untuk mendekatinya lagi selalu gagal, ia makin merasa bersalah. Drrt..drrt... Ponsel jadulnya bergetar, menyadarkan Jasmine dari lamunan

