Ramiel Yusmar mondar-mandir di balik meja kerjanya sambil menggigit ujung jempol. Sedari tadi ia mencoba menelepon seseorang, namun teleponnya itu tidak kunjung di angkat. Ia mengumpat kecil. Mencoba menelepon lagi dengan ponsel yag menempel di telinga, sesekali melirik ke arah CCTV. Sudah hampir masuk waktu makan siang dan pengunjung Long Dock sudah mulai ramai. Para pegawainya berlalu-lalang membawa pesanan ke meja-meja. Aksa yang tengah menahan kuap dengan punggung tangan terlihat sedang menambah isi piring-piring cake dan roti di meja display. “Hello? Apa, Ramiel? Kau tahu, kan jam segini di sini ramai...” Abangnya yang di seberang lautan sana yang tentu saja terdengar kesal. “Tapi ada yang ingin kutanyakan padamu...” Ramiel berhenti mondar-mandir dan menarik kursi kerjanya. Sambil

