Krystal menggeliatkan tubuhnya dan merasakan sesuatu yang nyaman dan empuk di bawahnya. Ia meraba-raba tempat di bawahnya dan menemukan sesuatu yang lembut, kemudian tangannya semakin jauh menjangkau meski matanya masih terpejam dan enggan terbuka karena terbuai dengan kenyamanan. Sampai tangannya menyentuh sesuatu yang keras dan panas, seperti bukan tempat yang tadi. Tak berhenti, tangan Krystal meraba semakin jauh sampai ia mendapati sesuatu itu terasa kencang, keras namun lembut seperti kulit. “Tanganmu nakal sekal.” Suara bisikan terdengar di sampingnya, dengan nada rendah dan penuh kekehan geli. Dalam sekejap Krystal membuka matanya lebar-lebar untuk menemukan Dionte sedang berbaring di sampingnya tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan celana jins hitam. Krystal segera bangun da

