Maranello, Italia “Heh, bagaimana kau mendapatkan paspor dan visa kami?” tanya Krystal. “Sebelum kau pulang aku menggeledah rumahmu, kebetulan sekali kalian memiliki paspor dan visa. Awalnya aku akan membawa kalian nanti, ternyata kalian sudah memilikinya.” Krystal mendengus kasar, menatap ke luar jendela mobil dan menatap kota Maranello yang sangat terkenal sebagai markas besar tim Ferrari juga rumah asal dari mobil super cepat Ferrari. Untuk pertama kalinya Krystal tidak lagi marah pada Dionte karena membawanya pergi ke Italia seenaknya tanpa izin. Meski ia harus mencari alasan bagus pada Jonath dan manager restoran perihal kepergiannya yang mendadak dan tanpa konfirmasi. “Kau pikir kami tak pernah keluar dari Inggris. Aku dan Dio pernah pergi ke Paris tahun lalu bersama calon ayahny

