Delapan Belas

1193 Kata

"Ada apa kamu ke ruangan saya?" tanya Suci pada Gisel. Suci masih memendam rasa kesal pada karyawati itu. Mengingat Gisel yang pernah memaki dirinya, ia ingin sekali menendangnya sekarang. Orang sombong yang hanya memikirkan penampilan. "Saya ditelepon Pak Wahyu, katanya tender untuk Pak Arya dipindahkan ke perusahaan Pak Wirya." Sembari memberikan berkas, Gisel meminta Suci untuk menandatangani surat. Suci mengambilnya dan membaca perlahan. Ia takut Gisel melakukan kecurangan demi membantu Arya. Beruntung tidak ada hal yang mencurigakan. Jika tidak, Suci siap memperkarakannya sampai ke meja hijau. Begitu bencinya ia dengan Gisel. "Sudah saya tanda tangani. Silahkan kamu ke luar karena saya sedang tidak mau diganggu." Suci menghempaskan tubuh di kursi. Sambil membenamkan wajah di meja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN