40. PENYESALAN

1062 Kata

Hujan mengguyur dengan deras dan membentuk kabut tipis di area luar rumah. Raisa duduk didekat jendela besar sambil melamun. Sekarang jam dua belas lebih sedikit, namun Raisa belum berniat beranjak dari tempat duduknya untuk tidur. Biasanya, dia akan banyak bercerita di atas tempat tidur bersama dengan Garuda. Saling tertawa dan berbagi keluh kesah selama satu hari penuh. Raisa mengelus kedua lengannya dan menatap keluar ke arah gerbang rumahnya. Masih berharap dengan kehadiran seorang Garuda yang tidak muncul sama sekali. Bahkan Garuda tidak mengirim pesan dan membuat dirinya bingung seperti saat ini. Dia rindu dengan kehadiran Garuda dan senyuman menenangkan yang selalu mendekapnya ketika malam. Sebenarnya, Raisa tidak menyangka jika Garuda benar-benar akan bilang kata terserah kepada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN