** Rambut kemasan itu bergerak pelan seiring dengan langkah kakinya yang melangkah acuh disisi pria yang hanya menunjukkan tatapan tajamnya, begitu angkuh saat merenggut semua perhatian hanya tertuju pada mereka. Grayen bersaudara. Dua anak manusia yang mengalirka darah yang sama namun bertingkah memuakkan hingga pria bermata kelabu diujung koridor itu mengeraskan rahangnya, melangkah dengan pasti dengan tangan yang terkepal kuat dan mata yang berkilat saat mata tajam itu menemukannya. "Ah, kebetulan yang bagus." Sudut bibir itu terangkat, membentuk seringaian mengerikan membuat Anna yang berjalan disisinya menghentikan langkahnya. Menatap penuh perhitungan pada pria yang makin mendekat kearahnya. Tidak. Tapi Arash . "Morning Grayen." Anna bahkan belum s

