** "Aku tidak ingin pulang." Anna meletakkan sikunya di sofa, membiarkan rambut keemasan itu jatuh tergerai dipunggungnya "Kau harus pulang." Menoleh sekilas pada gadis yang duduk disofanya dengan wajah pucat membuat Pria itu menghela nafas saat tangannya kembali sibuk memasukkan beberapa obat ke dalam kotak. "Tidak!" "Kenapa tidak?" Sambungnya kemudian dengan suara lebih tegas. "Arash tidak akan mengampuniku kali ini." Tangan Felix mengambang begitu saja saat suara serak itu tertangkap indra pendengarannya, memejamkan matanya sejenak sebelum berbalik dan menatap mata keemasan yang kini kembali berembun. "Tapi kau harus pulang, Anna." Jemarinya menekuk, menekan telapak tangannya dengan kuat. Felix tahu apa yang mungkin akan terjadi bila Anna berada disan

