Part 24

1183 Kata

**       Suara deruman mesin itu membuat Clara mengangkat wajahnya cepat, menghela nafasnya saat yang ia temui bukan mobil milik Arash yang beberapa kali terakhir ini menjemputnya setiap pagi. "Selamat pagi, Clara." "Selamat pagi, Tama."       Tama tersenyum kecut, melihat gadis yang selau dipujanya hanya menyunggingkan senyum tipis tak berartinya. "Kecewa aku yang disini?" "Bukan begitu Tama.."    Clara mengulum bibirnya, semakin merasa bersalah saat Tama menggeleng pelan dengan tatapan kecewanya. "Tidak apa apa Clara, aku hanya ingin memberitahumu hari ini aku akan ke California." "Apa? Tapi kenapa?"     Kedua mata sebiru lautan itu berkaca kaca saat menatap Tama, mencengkram bajunya saat pria itu lagi lagi tersenyum kecut padanya. "Tidak ada apa apa." "Jangan berbohong."  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN