bc

Belong to The Perfect Devil

book_age0+
90
IKUTI
1K
BACA
drama
comedy
sweet
like
intro-logo
Uraian

Steven Allgard Wilson adalah seorang Presdir di Perusahaan Wilson MT Group. yaitu salah satu Perusahaan terbesar di dunia.

Steven memiliki paras yang rupawan tampan, serta cerdas. dengan sikapnya yang Tempramental, egois, Perfectioniest nan dingin bak lemari es berjalan. dibalik itu semua dia memiliki hati yang terluka dikarenakan penghianatan sang kekasih yang dicintainya. padahal kejadian itu sudah 5 tahun lamanya tapi dirinya masih trauma.

Stella Alunna Simpson seorang gadis Mandiri, cantik, ramah, murah senyum, pintar, teliti dan cekatan. dirinya melamar berkerja di Wilson MT Group sebagai sekretaris sang Presdir.

apa jadinya jika hari pertamanya bekerja dia dipecat hanya dengan alasan konyol yaitu hanya karena bola matanya menyerupai mata mantan kekasih sang Presdir.

"Namaku Stella sialan! aku bukan Cinderella. Apalagi aku harus menemui Pangeran buruk rupa sepertimu itu, aku tak sudi!" balas Stella malas.

"Memangnya siapa yang mau jadi Pangeranmu, Miss? aku ini hanya Bossmu, dan kau hanya budakku" kekeh Steven Geli, dan tersenyum mengejek.

chap-preview
Pratinjau gratis
Frist meet
"Jo.... tolong bawakan aku laporan tentang pembangunan Hotal yang kemarin aku suruh siapkan" kata Steven kepada sang assisten pribadinya itu. "baik Tuan Muda, akan saya siapkan segera, saya pamit undur diri untuk mengambil Dokumen yang Tuan Muda minta" balas Jonathan Sopan. "ya" jawab Steven singkat Steven Allgard Wilson terlihat memasuki ruangan kantor tempat dimana dia memimpin perusahaan. disana tertulis STEVEN ALLGARD WILSON, PRESIDENT OF WILSON MT GROUP dibawahnya. Jonathan bergegas keluar dari ruangan Bossnya untuk mengambil laporan yang sudah ia siapkan kemarin karna ia diperintahkan oleh sang presdir-nya untuk menyiapkan laporan tersebut. Jonathan kembali berjalan setelah mengambil laporan yang diminta, dia berdiri didepan ruangan itu sebelum masuk pertama yang ia lakukan adalah menarik nafas terlebih dahulu. tok... tok.... tok... "masuk..." terdengar suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk. "Tuan, ini laporan yang Tuan Muda minta semuanya sesuai seperti yang anda perintahkan" ucap Jonathan sambil berjalan menuju meja dan meletakan dokumen diatas meja tersebut. Steven meraih dokumen tersebut langsung membaca satu persatu halaman yang berada di tangan sang presdir. Dia terlihat mengerutkan keningnya karena kesal sebelum mencoret atau menandai dokumen yang menurut tidak masuk akal. Ia juga mencoret berapa hal. "apa mereka pikir aku ini bodoh? sehingga tidak melihat kesalahan besar di kertas-kertas sialan ini" rutuk Steven sembari melemparkan dokumen itu ke atas meja. "Jo.. aku mau kau segera memanggil team audit internal Perusahaan, untuk memeriksa laporan ini. ini sudah tidak bisa di toleransi lagi!!! Dana untuk pembangunan Hotel di pulau Jeju benar-benar kacau. sudah sangat jelas jika anggaran Dana itu sudah dicairkan, tapi mereka masih mengajukan proposal untuk meminta Dana lagi, dengan alasan untuk membeli material lagi.!!! memangnya mereka bisa dengan mudah menipuku untuk menjadi tikus-tikus di proyek ini. begitu?!!!" kalimat yang di ucapkan Steven geram. "baik Tuan Muda. saya akan segera memanggil team audit untuk melakukan pemeriksaan sepertinya yang anda perintahkan" jawab Jonathan kepada sang Boss yang terlihat sudah sangat marah itu. "Kau harus! sekali di biarkan para tikus-tikus akan kembali berulah dan mereka beranggapan sangat mudah membodohi seorang STEVEN ALLGARD WILSON hingga terus-terusan mencuri" ucap Steven sembari mengambil berkas yang lain. lalu Steven Menambahkan lagi. "Dan jika sudah ketahuan, sesegera pecat mereka yang berada dibaliknya. orang-orang yang serakah seperti mereka itu benar-benar memuakkan, jika dibiarkan mereka akan menghancurkan Perusahaan dari dalam tanpa memikirkan orang lain dan banyak orang yang bergantung hidup di Perusahaan ini." ucap Steven pada Jonathan yang kembali behenti dan manganggukan kepalanya tanda bahwa dirinya mengerti apa yang harus dilakukan. sebelum mengambil laporan yang tadi dia serahkan dan akan bergerak keluar meninggalkan ruang kerja Steven. but, sebelum dia benar-benar keluar dari ruangan tersebut. Steven kembali berseru. "Oh,, God apalagi sekarang" batin Jonathan bersuara. "ah iya Jo. apa kau sudah menemukan kandidat Sekretaris baru untukku?" tanya Steven "kami sudah menemukan 8 orang pendaftar hari ini, Tuan. Dan mereka sedang akan mengikuti wawancara hari ini. Jika berjalan lancar maka sebelum jam pulang kerja selesai. saya mungkin sudah akan bisa memperkenalkannya kepada anda Tuan Muda" balas Jonathan. Steven Menganggukan, tapi kemudian... "Good, tapi untuk kali ini kalian harus memastikan jika orang kalian pilih adalah bukan seorang w*************a seperti yang sudah-sudah. Juga bukan orang yang lamban, bukan juga wanita bodoh yang hanya menang di wajah, ah ya. Yang terakhir bukan juga seseorang mudah menangis ketika aku memarahinya" tambahan kalimat Steven sukses membuat Jonathan mematung. Glekk... Jonathan susah payah menelan silvanya karena mendengar permintaan dan Kualifikasi Sekretaris sang Presdir minta. sebelum dia menanggukan kepalanya. Dan pergi dari ruangan tersebut. itu adalah permintaan yang sangat sulit baginya untuk mencari orang seperti dimaksud sang Presedir. Well, melihat posisi Steven saat ini yang sudah berkali-kali masuk dalam daftar pengusaha muda tersukses didunia. Dirinya juga masuk dalam 10 orang terkaya didunia. ditambah lagi dengan wajah yang tampan serta harta hanya bergelimpahan. Tentu saja itu yang membuat para wanita-wanita yang juga termasuk Sekretarisnya sendiri sering mengodanya, mungkin hanya wanita bodoh yang mensia-siakan kesempatan emas tersebut. hal inilah yang membuat Steven memberhentikan Sekretaris- Sekretarisnya karna dia anggap tidak Profesional. (Well penderitaan orang tampan mah begini guys. lol). Steven tidak mau jika yang menjadi Sekretarisnya adalah wanita yang lambat. that's why! dia juga tidak mau ibu-ibu yang sudah berumur. dan yang paling parah adalah Sekretarisnya menangis ketika Steven setiap kali membentaknya. oh god, are you crazy dude!. coba seandainya Steven berpikir wanita normal mana yang tak menangis jika dibentak dengar kata-kata kasar dan setajam pisau militer. hanya untuk kesalahan kecil saja Steven akan meledak bagaikan bom waktu yang menghacurkan apapun yang berada diarea jangkauannya. Steven sangat tidak suka melihat kesalahan menurutnya itu akan merugikan. Well. jangan heran dengan sosok yang satu ini, Steven adalah orang yang Perfectionist, dia akan sangat marah jika terjadi sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang dia rencanakan. Dirinya juga sangat jarang tersenyum terkecuali hanya untuk Pencitraan. Tidak ada kata maaf dan terima kasih yang pernah keluar dari mulutnya, well bayangkan saja bagaimana sombongnya dirinya. bahkan seluruh karyawan dikantornya mejulukinya "The Perfect Devil". membayangkan menjadi Sekretaris seseorang seperti Steven adalah anugrah dan musibah yang datang bersamaan sekaligus. ****** Ketika Steven akan bangkit dari kursinya. diri hendak akan pergi keluar tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. hal tersebut membuat dia harus mengehentikan sementara niatnya untuk keluar dan kembali duduk. " masuk.." suaranya. " Tuan muda. saya sudah mendapatkan Sekretaris anda yang baru. Namanya Stella Alunna Simpson" ucap Jonathan. Steven mengerutkan keningnya. dan dia melihat penampilan dan menatap mata sang Sekretaris. Deg... Deg... Deg... "s**t, mata itu. Mata biru langit itu...." hal itu membuat dia menginggatkan dirinya akan mantan kekasihnya yang dulu menghianatinya. Angelica Gionnio, itulah nama mantannya. walaupun sudah berlalu tapi rasa kecewa dirinya tak bisa hilang begitu saja. Walaupun dia sudah menyibukan dirinya agar tidak kembali teringgat dengan wanita ular itu. Oh Lord. tapi apa sekarang? dia bahkan teringat akan sang mantan hanya karena bertatapan mata dengan gadis yang akan menjadi Sekretarisnya itu. Memang benar jika hubungannya dengan sang mantan sudah berakhir tapi pengaruhnya itu yang membuat Steven sangat frustasi. dulu dia bahkan sempat terkurung di kantor kepolisian karna dia menghajar selingkuhan sang mantan hingga nyaris tewas. untung daddy seorang yang berpengaruh jadi dia bisa bebas. Bahkan dirinya langsung membenci tatapan itu. didetik pertama mereka saling menatap. padahal hanya karna bola mata saja. tapi tidak dengan gadis itu. dia hanya benci dengan tatapan mata itu saja. "Kau dipecat! jadi kau bisa pulang dan tak perlu datang lagi untuk berkerja besok" kata Steven kepada Stella setelah dirinya kembali membuka berkas. Hah??? "Tapi Tuan muda--" ucap Jonathan bingung dengan apa yang dia dengar sekarang. "Apa alasan mu sehingga bisa memecatku, sir?" tanya Stella pada Steven dirinya bahkan memotong kalimat Jonathan dan tanpa takut bertanya langsung. Dia syok mendengar apa yang dikatakan boss tersebut. "tidak ada alasan, hanya saja bola matamu aku tidak menyukainya" jawab Steven santai masih fokus dengan dokumen yang ia baca. bahkan ia meraih laptopnya dan terlihat mengotak-atikan tangannya pada keyboard laptop tersebut. "hanya karena warna mataku? jika memang seperti itu kenapa anda tidak menuliskannya pada syarat-syarat kualifikasinya yang tertera pada website perusahaan anda, sir? jadi hal tersebut tidak akan membuatku repot-repot untuk mengurus hal yang tak berguna seperi ini?" balas Stella tak terima dengan apa ia dengar. "oh, kau benar juga. terima kasih sudah memberikan saran kepadaku. mungkin nanti aku akan menambahkannya didaftar kualifikasi Sekretarisku" balas Steven santai. Stella yang sudah sangat emosi kali ini, dirinya bahkan tidak ragu untuk melepaskan sepatu high hells sebelah kiri dan melemparnya kearah Steven dan sepatu tersebut mendarat di mejanya, membuat berberapa dokumen berjatuhan ke lantai dan berserakan disana. tapi sebelum itu Jonathan sudah bersuara terebih dahulu. "Miss Stella.... maaf saya benar-benar mohon maa....aaf" ucap Jonathan karena belum sempat dirinya mengakhiri kalimatnya dia melihat sepatu melayang kearah meja sang Presdir. Bersambung......

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Call Girl Contract

read
339.0K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

HYPER!

read
625.0K
bc

Mafia and Me

read
2.1M
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

Perfect Revenge (Indonesia)

read
5.1K
bc

Sweet Sinner 21+

read
918.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook