Aleya sudah berada di depan pintu kontrakan tapi tak langsung membukanya. Hanya berdiri dan diam di tempat seperti ada sesuatu yang sedang ia tunggu. Tak lama, suara deru mobil Zein terdengar menjauhi lokasi tempat tinggalnya dan kemudian menghilang dalam hitungan detik. Mengetahui Zein telah pergi, Aleya lantas kembali ke tepi jalan dan kemudian memanggil ojek yang mangkal tak jauh dari tempat ia berdiri. "Pengadilan Agama ya Mas," ucap Aleya. "Baik Neng." Perempuan muda itu langsung memakai helmnya dan duduk dibelakang driver. Sedari awal ia memang sudah berniat untuk mengajukan gugatan perceraiannya terhadap Brama hari ini. Hanya saja tadi Zein memaksa untuk mengantarnya. Aleya merasa jika Zein tidak perlu tahu masalah pribadinya. Mereka sudah tiba, selesai membayar ongkos, Aley

