"Ha? Ti—tinggal dengan Bapak?" Aleya terperanjat mendengar penawaran yang Zein berikan. Belum sempat Zein menjawab, derit pintu ruangan NICU kembali berbunyi. Atensi Aleya dan Zein langsung beralih kepada pintu tersebut. "Bu, bayi Anet menangis lagi," ucap seorang perawat. Aleya terperangah hingga mulutnya terbuka. Ia lalu kembali melihat kepada Zein. Pria berwajah tampan itu hanya menggunakan bahasa isyarat dengan kepalanya, menyuruh Aleya kembali ke dalam ruang NlCU tersebut. "Mari Bu ...." perawat menutup kembali pintu setelah Aleya masuk. Sempat berhenti sesaat di depan pintu, Aleya tampak seperti orang bingung. Sehingga membuat perawat yang ada di ruangan itu tersenyum dan kembali mendekati ibu muda tersebut. "Bayi memang seperti itu, Bu. Kita tidak tahu kapan dia bangun dan m

