Siang itu, suasana perpustakaan The Blackwood terasa sedikit lebih hidup dengan kedatangan Hannah. Wajahnya tampak lebih segar, memancarkan aura keibuan yang tenang. Di tangannya, ia menjinjing tas bekal berukuran besar. Sahabat Maria itu datang membawa kotak bekal besar, lengkap dengan kereta bayi yang di dalamnya duduk seorang bayi laki-laki tampan berusia tujuh bulan yang sedang sibuk mengunyah biskuit bayinya. “Dia sudah besar sekali, Hannah,” ujar Maria sambil mengelus pipi gembul bayi itu. “Umurnya tujuh bulan, dan dia terus mencoba merangkak ke mana-mana,” sahut Hannah dengan tawa kecil. Ia kemudian meletakkan bekal itu di meja Maria, dan menatap Maria dengan tatapan menyelidiki. Hannah menunjuk jendela besar yang menghadap ke area parkir, lalu menoleh ke arah Maria dengan se

