Sofi tidur bersama Lely di kamar tamu. Lely masih tidak mau tidur di kamarnya. Karena ketukan waktu itu masih terus membuatnya takut. Sama preman dia berani, tapi sama yang enggak bisa dilihat malah takut. Katanya, kalau hantu itu enggak bisa dia lawan dengan ilmu karate yang dia punya. Alasan yang aneh menurutku. Seharusnya dia lebih takut dengan preman itu. Bukannya mereka bisa menyerang secara nyata. Apa lagi kalau mereka membawa senjata. Malam ini, aku merasa tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kenyataan bahwa ada Sofi di sini. Membuatku susah untuk terlelap. Tapi aku terus berusaha agar bisa tidur. Jadi, aku memejamkan mata dan menutup wajah dengan selimut. Mematikan lampu juga, agar suasana semakin nyaman. Biasanya aku tidak pernah mematikan lampu. Kesokan harinya, aku dibuat bin

