BAb 37

1133 Kata

Kami sampaai di sebuah restauran. Restauran itu sangat mewah. Sekali pun aku tidak pernah berpikir untuk masuk ke dalam sana. Karena, uang yang akan aku keluarkan bisa jadi sebesarr gajiku selama sebulan bekerja. Ya, tentu saja Fito tidak mungkin mengajak para klien ke restauran biasa. Ini kan demi perusahaan. Demi citranya di ddepan para klien juga tentunya. Aku mengikuti langkah Fito yang sudah terlebih dahulu masuk ke dala restauran tersebut. Aku melihat dia berbicara dengan seorang pelayan. Kemudian ppelayan itu mennunjukkan padanya sebuah meja. Aku mengikutinya dari belakang. Kami sampai di lantai dua. Di sana ada sebuah meja yang sudah dihias sedemikian rupa. Seperti akan ada makan malam romantis saja. Tunggu, makan malam romantis? Siapa? Fito tidak sedang bercanda denganku kan? Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN