Bab 80 (Kebohodanku)

1503 Kata

Saat aku sampai di rumah, Emak ternyata masih di depan televisi. Apa mungkin Emak menungguku pulang? “Assalamualaikum,” salamku, aku meletakkan helm di rak. Lalu, ikut duduk di samping Emak yang masih saja terdiam. Sepertinya dia sedang fokus dengan sinetron di televisi. Dia bahkan tidak menjawab salamku. Padahal biasanya dia yang paling bawel kalau aku terlupa tidak mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah. “Mak!” aku mencoleknya. Dia terlonjak dan refleks memukul lenganku dengan cukup keras. “Membuat kaget saja!” protesnya. Tapi, sedetik kemudian fokusnya kembali ke latar televisi. Ternyata dia bukan sedang menungguku pulang. Tapi, sedang menonton acara favoritnya. Cerita tentang seorang istri yang selalu bernyanyi. Kumenangiiiiiiiis. “Mak, kok enggak jawab salamku?” timpalku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN