Bab 41

1059 Kata

Author’s POV. Dinda dan Radit memilih untuk duduk di dekat dinding kaca. Karena di sana mereka bisa melihat pemandangan kota dari kejauhan. Rumah-rumah, mobil, gedung tinggi, sekolah, bahkan rel kereta api terlihat kecil dari tempat mereka duduk. Seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka. Suasana food court siang itu tidak terlalu ramai. Sehingga mereka bisa memilih tempat favorit itu. Karena biasanya tempat yang mereka duduki itu selalu menjadi rebutan. “Terima kasih,” ucap Dinda pada pelayan itu. Kemudian dia pun meninggalkan mereka berdua di sana, setelah dia meletakkan pesanan mereka di atas meja. Radit memegang tangan Dinda dengan tiba-tiba. Membuat gadis itu merasa malu dan wajahnya pun memerah secara bersamaan. Dia mengusap-ngusapnya dengan perlahan. Senyuman yang dia beri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN