Malam itu aku tidak paham dengan perasaanku sendiri. Seharusnya aku merasa senang dan bahagia karena aku mempunyai pacar. Aku bisa terbebas dari segala pertanyaan Emak tentang pacar. Aku bisa mengajaknya ke rumah dan mengenalkannya pada Emak sebagai pacarku. Sehingga Emak tidak perlu lagi merasa cemas dengan statusku yang masih sendiri. Tapi, ada hal lain dalam hatiku. Sepertinya hatiku menolak keadaan ini. Sepertinya aku sudah terlalu nyaman dengan kehadiran Dinda. Tapi aku harus bisa menepis semuanya. Karena aku tidak mungkin bisa mendapatkan Dinda. Itu adalah sebuah hal yang mustahil untuk bisa terjadi. Aku harus menjaga perasaan Sofi. Karena itu adalah sebuah kewajiban bagiku sekarang. Aku tidak ingin dicap sebagai pria yang tidak tahu diri seperti Jefri. Aku harus bisa menjadi pasang

