Author’s POV. Mereka sudah menyiapkan semuanya. Kue, camilan, dan minuman. Tidak ada hadiah, karena mereka memang tidak pernah membuat pesta kejutan sebelumnya. Mereka terburu-buru menyiapkan hingga terlupa dengan satu bagian itu. Tapi, tidak masalah. Hal yang penting adalah mereka sudah berusah. Mereka berharap Pio bisa menyukai kejutan yang mereka buat. Ponsel Jefri berdering. Dinda meliriknya dengan tajam. Dia menajamkan pendengarannya. Dia berjalan mendekat ke arah Jefri yang sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya. Setelah kejadian hari itu, Dinda menjadi semakin waspada. Dia mengawasi Jefri dengan lebih ketat dari sebelumnya. “Siap, jangan lupa bawa hadiah. Aku lupa tidak menyiapkannya.” “Oke. Jangan terlambat.” Hanya itu yang bisa Dinda dengar. Dia kemudian berpalin

