Author’s POV. Kebahagiaan sempurna yang sedang Dinda rasakan. Ternyata tidak bertahan lama. Saat dia sedang asyik memilih baju untuk dibeli. Dia dikejutkan dengan ponselnya yang berdering. Dia mengeluarkan ponsel dari saku celana. Kemudian dia menutup mulut saat melihat nama yang tertera di ponselnya. “Pio?” gumamnya pelan. Dia menoleh ke arah Radit yang masih asyik memilih baju. Dia menoleh ke arah lain. Berjalan sedkit menjauh dari Radit. Barulah dia mengangkay telepon tersebut. “Halo.” Dia mengucapkannya dengan sedikit berbisik. Dia kembali menoleh ke arah Radit, dan dia masih sibbuk sendiri. Sementara dirinya juga menjadi bingung. Kenapa Pio hanya diam saja? Kenapa dia tidak membalas ucapan darinya? “Halo, Yo, ada apa?” ucapnya lagi. Bukannya jawaban yang dia dapatkan. Malah te

