Aku kembali ke rumah Fito dengan perasaan bahagia. Karena aku suah mempunyai hal yang Fito inginkan. Bukan hanya peramaian, tapi mereka tidak akan berani mengusik kehidupan Dito lagi. Kedatanganku disambut heboh oleh Fito, dia tiba-tiba mememlukku. Padahal, aku belum mengatakan padanya tentang apa yang sudah terjadi. “Terima kasih Yo! Kamu hebat!” ucapnya padaku. Aku menjadi bingung dan terheran-heran. “Aku belum ngasih tahu apa-apa dan kamu sudah berterima kasih saja,” ucapku padanya. Dia terus saja tersenyum dan mengucapkan terima kasih. “Mereka menelponku, meminta maaf dan meminta agar tidak dilaporkan ke polisi. Memangnya apa yang sudah kamu lakukan pada mereka? Kok mereka tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat seperti itu?” ucapan Fito membuat semuanya jelas. Ternyat

