Bab 28

1010 Kata

Kesadaranku semakin menurun kala tubuhku dipindahkan dari mobil ke brankar. Beberapa petugas UGD membantuku sambil memberi instruksi untuk pergi ke ruang P1 (ruang gawat darurat). Pandanganku sedikit demi sedikit memudar, namun yang ada di pikiranku saat ini adalah bayi yang kukandung. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengannya, aku tidak ingin dia mati di dalam sebelum dia melihat dunia. Hanya dia satu-satunya yang kumiliki dan satu-satunya yang mengingatkanku akan Niguel.  "Bunda ... Ayah ..." lirihku. Dokter segera memasang beberapa alat di tubuh lalu segera membawaku ke ruang operasi. Aku menangis, aku takut, haruskah aku menjalani operasi caesar di saat aku ingin melahirkan secara normal. Namun, tiba-tiba semuanya menjadi gelap diiringi dengan teriakan perawat yang langsung menyuruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN