Prolog
Aida syahira seorang artis papan atas yang tengah naik daun. Gadis berumur 24 tahun yang tengah hidup ditanah rantau untuk mengais rezeki. Malam ini seperti biasa aida syahira atau yang sering di sapa hira tengah melakukan syuting sinetronnya. Disela-sela break syuting, sang asisten yang bernama mbak lina memberitahu jika ayah dari hira yang berada di kampung halamannya menelpon.
Hira menelpon balik dan menanyai perihal maksud ayahnya yang menelpon malam-malam begini, dan ternyata sang ayah memintanya untuk pulang ke kampung halaman.
Hira kaget saat mengetahui tujuan ayahnya yang memintanya pulang. Bagaimana tidak kaget jika kepulangannya hanya untuk dikenalkan dengan seorang pria yang sudah dapat ditebak akan ada unsur perjodohan didalamnya.
Hira bingung antara memilih pulang atau tidak, pasalnya dia juga sedang menunggu kedatangan seseorang yang akan menemui ayahnya untuk melamar dirinya.
Pria yang ditunggu hira ialah arkan, teman seprofesinya yang kini tengah berada di New York untuk mengisi acara tour manggungnya. Arkan adalah seorang penyanyi pop solo terkenal sejak hira masih SD. Selain memiliki suara yang cukup enak didengar, arkan juga memiliki wajah yang cukup menawan dengan lesung dipipinya. Arkan sosok lelaki yang lebih tua 10 tahun darinya berniat melamar ira sepulang dari New York, lelaki yang sudah 1 tahun dekat dengannya semenjak awal ira menitik karir menjadi seorang aktris.
Hira mengiyakan ayahnya yang memintanya pulang, toh ayahnya tidak pernah meminta yah aneh-aneh padanya.
Kini saat nya mengikuti apa yang dia mau, toh memang dari dulu hira berniat menikah dengan cara dijodohkan. Hira juga tidak bisa mengharapkan arkan menepati janjinya karna hira mengetahui sepak terjang arkan yang cukup terkenal hanya dekat dengan wanita tapi tak kunjung jadi yang bahkan berita arkan akan menikah sudah tersebar sejak hira duduk dibangku SMA dengan beberapa wanita berbeda-beda. Dan kini kabar arkan ingin menikahi hira juga sudah menyebar, tidak jarang netizen menduga itu hanya gosip dan tidak akan jadi karna sepakterjang arkan. Hal ini semakin membuat hira mengikuti permintaan ayah nya walaupun sebenarnya hira telah menaruh harapan dengan arkan.
"Maaf kak, mungkin kita memang belum berjodoh. hapuskanlah rasa ini ya allah"