Rere berusaha keluar dari area parkir yang ramai itu. Ia sampai lupa kalau sudah terlanjur buat janji pada Salma. Berhasil melaju di jalan Raya, napasnya baru bisa sedikit lega. Ia menoleh ke sebelah kiri dan mendadak jantungnya menderu lagi. "Eng … ma-maaf." Hanya itu yang bisa Rere ucapkan. Pria yang kini satu mobil dengan Rere hanya tersenyum kecil. "Serius maaf. Terus soal yang tadi, itu cuma spontanitas. Reflek biar gak jadi masalah panjang sama orang-orang tadi." lanjut Rere lagi. "Tapi … tapi kamu gak apa-apa kan? Jangan bilang sama papaku ya soal ini." Entah kenapa itu yang terlintas dalam pikiran Rere. Pertama, dia tidak menyangka kalau yang menyamar sebagai tukang angkut pasar adalah Zafran. Tentu dia tidak akan mau menerima tawarannya kalau tahu tadi. Kedua, dia ini anak d

