Penampakan Pria Itu Lagi

1071 Kata

Satu hari berlalu, Rere ngambek luar biasa pada bibi. Tidak mau bertanya, menyapa atau mendengarkan penjelasan apapun soal penyebab kejadian hari itu dengan Zafran. Bibi sampai dibuat stress bukan main. Rasanya lebih baik si Nona ini banyak maunya minta ini itu daripada melakukan demo tutup mulut begini. Menyiksa batin bibi. Namun Rere rasanya belum bisa berkompromi dengan hati sendiri. Setiap melihat wajah bibi rasanya kesal bukan main. Maka seperti biasa, ketika malas dengan suasana rumah, yang dijadikan tempat andalan adalah butik. Berlama-lama di butik pura-pura banyak pekerjaan. Padahal alasan utamanya adalah menghindari bibi. "Kamu mau langsung pulang?" tanya Rere pada Salma. Gadis itu tampak sudah menenteng tasnya. Setelah seharian berusaha membujuk Rere supaya diizinkan mengina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN