Rere melongo seketika. Mendadak ingin marah dan mengamuk pada bibi. “Bibi sih gara-garanya!” serunya kesal. “Sudah Non, marahin bibinya nanti saja. Kita harus cari kucing itu dulu sampai ketemu.” Perkataan bibi benar juga. Kalau dibiarkan jauh bisa-bisa kucing itu hilang. Bibi langsung berlari keluar. Namun sayangnya makhluk berbulu itu sudah tidak terlihat lagi di halaman. “Ada gak bi?” tanya Rere. “Waduh, sudah keluar pagar sepertinya Non, bibi mau coba keliling komplek buat cari. Semoga saja belum jauh.” “Iya Bi,” Rere bukannya ikut menemani mencari malah diam di tempat. Terduduk lemas di samping kandang kucing itu. Ada rasa bersalah, khawatir dan marah bercampur jadi satu. Kalau saja kucing itu bukan dari Reno, mungkin Rere tidak peduli meski ia hilang sekalipun. “Kucing bias

