Rere membiarkan kotak yang merupakan kandang hewan itu tergeletak di depan pintu rumahnya. Sejak menerimanya dari kurir tadi dia belum berani langsung menyentuh. Beberapa kali Rere jongkok lalu berdiri lagi. Bertatapan dengan makhluk berhidung pesek dengan bulu lebat yang bersih itu. “Reno ngapain sih kirim ini?” Rere membuka kartu ucapan kecil yang datang bersama si hewan manis tersebut. Hanya ada tulisan singkat di sana. “For my dearest love Claressa, from someone who always loving you, Moreno.” Rere menyimpan kartu itu. Sedikit tersenyum tapi senyumnya kali ini masih terganjal sesuatu di hati. Dia ingat janji Reno saat telepon terakhir waktu itu. Tapi sama sekali tidak ada bayangan kucing disana. “Non, itu ponselnya bunyi terus di kamar,” panggil bibi. Cepat saja gadis ini melangk

