“Non, ya Allah Non, bisa-bisanya tega ninggalin bibi tadi,” Bibi membuka gerbang sambil mengoceh. Matanya menyipit ketika menyadari si nona sepertinya tidak datang sendirian. “Lho, kok tiba-tiba ada Non Salma?” tanya bibi ketika dua orang itu akhirnya turun dari mobil. Salma tersenyum ringan sambil melambaikan tangan. “Hallo Bi,” Bibi sedikit kurang nyaman sebetulnya menerima kedatangan bocah itu di rumah lagi. Masih terngiang rasanya sewaktu dia membuat geger pada saat makan malam. “Sudah sehat? Kok langsung seger banget kayak orang pulang liburan? Gak kayak orang baru pulang dari rumah sakit?” tanya bibi. “Iya dong, aku udah sehat banget dan sekarang aku udah siap mau bantuin Rere lagi.” sahut Salma. Dasar dia tidak pernah tahu malu jadi sepedas apapun kata-kata bibi dia cuek saja.

