“Dasar, datang tak dijemput pulang tak diantar! Bisa-bisanya Non Rere punya bestie kayak gitu,” Bibi membereskan bekas makanan yang berantakan di meja ruang tengah. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Salma. Rere diam-diam memperhatikan bibi dari belakang. Senyum-senyum sendiri. Tahu betul kalau bibi selalu kesal setiap kali Salma berkunjung. “Jangan ngomel aja Bi, kayak gak kenal Salma aja,” kata Rere sambil tertawa kecil. “Eh, Non Rere bikin kaget aja.” Bibi celingukan takut kalau ocehannya barusan terdengar oleh orang yang sedang dibicarakan. “Non Salmanya mana?” tanyanya. “Sudah kabur.” “Kabur?” “Pulang mendadak maksudnya.” “Oh, Alhamdulillah kalau dia sudah pulang.” Bibi menghela napas sambil mengelus d**a. “Kalau bisa jangan sering-sering disuruh main kesini Non, bibi pusing mela

