Mulai Menyesal

1095 Kata

Hujan disertai angin kencang menimbulkan suara berisik bahkan hingga ke dalam rumah. Rere perlahan membuka mata. Tak sampai satu detik tersadar dia langsung melompat bangun. “Bi, bibi!” Berusaha memanggil sekeras mungkin. Matanya langsung beredar ke seluruh ruangan. Seketika sadar kalau dia sedang tidak berada di rumah. “Ya ampun, aku ketiduran di rumah ini?! Bibi dimana?! Bi, bibi!” Sekali lagi Rere berteriak memanggil. Ingin memeriksa ke ruangan lain tapi entah kenapa tidak berani. Rumah ini memang sudah kosong cukup lama. Kalau bukan karena ayah menyewanya, jelas saja Rere tidak akan pernah sudai masuk-masuk ke dalam rumah ini. “Ini bibi kemana sih?!” Rere mematung di tempatnya. Ingin kembali duduk tidak berani. Menoleh ke arah pintu yang menuju ruangan lain saja dia tidak berani.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN