Tidak Terima

1257 Kata

Hari senin yang indah. Hari sekolah kembali tiba setelah libur weekend selama dua hari. Azel turun dari Toyota Alphard putih yang masih setia mengantar dan menjemputnya. Pak Priyo tersenyum sambil melambaikan tangan saat ia berpamitan. Sesaat Azel melihat mobilnya menjauh sebelum ia melangkah masuk gedung sekolah dengan perasaan senang dan bahagia. Malam minggu kemarin masih terasa seperti mimpi. Bisa jalan dan main bareng dengan Arga seperti sebuah khayalan yang menjadi kenyataan. Sampai depan tangga, ia melihat Quindy dan Archie hendak menaiki tangga. “ARCHIE, QUINDY!” teriaknya sambil menerobos ke tengah mereka lalu merangkul pundak keduanya. “Hepi amat, Zel?” tanya Archie sambil mengerling Quindy. Azel meringis, memamerkan barisan giginya yang rapi. Masih sambil merangkul punda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN