Mobil menabrak dinding pembatas jalan dengan begitu keras. Azel sampai menjerit kaget sambil memejamkan kedua mata. Suara keras itu membuat jantungnya seakan berhenti berdetak. Tubuhnya gemetar hebat dan wajahnya tiba – tiba memanas seiring dengan detak jantung yang mulai bergerak cepat seakan hendak meledak. Arga menepikan mobilnya lalu menyentuh tangan Azel yang masih memejamkan mata erat dan kedua tangannya masih menggenggam sabuk pengaman dengan kuat. “Azel, kamu baik – baik saja?” tanya Arga, khawatir dengan kondisi Azel yang masih ketakutan. Azel panik dan mulai menangis. Ini pengalaman pertama Azel terlibat kecelakaan setelah dulu pernah mengalami kebakaran hebat yang merenggut kedua orang tuanya. Ia masih belum melupakan kejadian itu, tetapi benturan hebat itu seakan membawanya

